PEMANFATAN KETAPANG, SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA

Oleh : Dra. Triani Fajariati, M. Pd.



               Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif. Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya – upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan..
               SMKN 1 Ngasem yang berdiri pada tahun 2009 telah memperoleh penghargaan dari propinsi Jawa Timur sebagai sekolah Adiwiyata. Salah satu bentuk dalam mewujudkan program sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan (Adiwiyata) ,di SMKN 1 Ngasem  dilakukan pengelolaan dan pengembangan sarana prasarana lingkungan hidup antara lain pemanfaatan pohon Ketapang
.             Pohon Ketapang atau Terminalia catappa ditanam di SMKN 1 Ngasem sebagai pohon peneduh di taman ataupun pinggir jalan. Pohon ketapang mempunyai bentuk cabang dan tajuk yang khas. Cabangnya mendatar dan tajuknya bertingkat-tingkat mirip struktur pagoda. Mungkin di antara pembaca belum familiar dengan pohon ini,padahal pohon ini memilki segudang manfaat, mulai daun, batang sampai buahnya.
Dalam bahasa latin tanaman ini memiliki nama adalah Terminalia catappa L. yang bersinonim dengan Terminalia moluccana Lamk., Terminalia procera Roxb., dan Terminalia latifolia Blanco. Dalam bahasa Inggris tanaman ini mempunyai nama tropical almond, India-almond, Umbrella tree, Sea almond, dan Beach almond.

 

Ciri khas pohon Ketapang
              Pohon Ketapang merupakan tanaman khas wilayah Asia Tenggara, pohon ini dapat tumbuh di iklim pesisir (dataran rendah) dengan curah hujan kurang lebih 1.000 hingga 3.500 mm pertahun.
               Ketapang mempunyai ciri khas dengan pohon besar yang rindang yang cabangnya tumbuh kesamping (mendatar) dan bertingkat-tingkat sehingga terlihat seperti bangunan pagoda. Pohon ini mempunyai tinggi hingga mencapai 4 meter dan lebar  batang 1,5 meter. Kayu pohon Ketapang berwarna merah bata pucat sampai kecoklatan
                Pohon Ketapang juga menghasilkan buah yang berbentuk seperti telur  yang gepeng dan bersayap sempit. Saat belum masak buah Ketapang berwarna merah, kuning,  kehijauan tapi akan berubah menjadi ungu kemerahan saat sudah masak. Buah Ketapang memilki lapisan gabus sehingga dapat mengambang dipermukaan air.
Manfaat pohon Ketapang
Ketapang pohon multi guna karena hampir seluruh bagian pohon ini dapat diambil manfaatnya. Beberapa manfaat pohon Ketapang :

  1. Daun Ketapang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tinta, bahan pewarna hitam, bahan penyamak kulit.dan penurun kadar keasaman air sehingga banyak dimanfaatkan penggemar ikan hias untuk memperoleh ikan yang sehat dan umur ikan yang lebih panjang
  2. Kayu pohon Ketapang dapat digunakan untuk penutup lantai ( venir ) dan membuat perahu
  3. Biji buah Ketapang dapat dimakan, rasanya enak seperti kacang almond, dan kaya akan kandungan gizi yang tinggi. Dari hasil penelitian dalam biji Ketapang terkandung 5,8% karbohidrat, 11,75% serat, 16% gula, 25,3% protein dan beberapa jenis asam amino.

sehingga biji buah Ketapang dapat digunakan membuat kue. mie, tempe dsbnya. Biji buah Ketapang dapat juga menurunkan kadar kolesterol.
Di sekolah kami SMKN 1 Ngasem dibudidayakan pohon Ketapang, selain sebagai peneduh dan menambah rindang lingkungan, Ketapang kita olah dalam berbagai produk.
Beberapa produk olahan Ketapang di SMKN 1 Ngasem antara lain :

  1. Biji Ketapang diolah menjadi selai Ketapang, tempe Ketapang dan kue / roti Ketapang , bahkan  kue Ketapang yang dibuat jurusan jasa Boga pernah mendapat juara 2 dan juara harapan 1 pada lomba cipta kreasi resep tingkat SLTA se Propinsi Jawa Timur tahun 2014, yang diadakan Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur.
  1. Kulit buah ketapang diolah menjadi Briket Ketapang, sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak.

 

  1. Daun Ketapang kita manfaatkan untuk pewarna alami pada batik khas sekolah kami, di samping itu kita manfaatkan untuk menyehatkan ikan-ikan yang dipelihara di kolam,

Pemanfatan Ketapang merupakan salah satu perwujudan komponen Adiwiyata di SMKN 1 Ngasem dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan dan sistem pengembangan pengelolaan sampah