large image
KEPALA SEKOLAH

Drs. Gatot Sukarno, M.M.
NIP. 19610108 198710 1 001
ALUMNI
LINK TERKAIT
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 5410 user
  • IP address : 35.175.200.4
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
SMK Negeri 1 Ngasem Melaksanakan Kegiatan Teaching Factory
Kategori Berita | Diposting pada : 2019-07-28 -|- 01:30:00 oleh Admin
Share this article on


Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.Pelaksanaan teaching factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan teaching factory  (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah,  pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.


Pelaksanaan teaching factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi atas 4 model , dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan TEFA. Adapun model tersebut  adalah sebagai berikut:



  • Model pertama, Dual Sistemdalam bentuk praktek kerja industri yaitu pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience based training atau enterprise based training.



  • Model Kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.



  • Model ketiga Production Based Education and Training(PBET) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).



  • Model keempat, Teaching factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.


Tujuan Pembelajaran Teaching Factory



  • Mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja, dan wirausaha;

  • Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya.

  • Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing.

  • Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

  • Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK

  • Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, dll

  • memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.


Sintaksis Teaching Factory


Pembelajaran teaching factory dapat menggunakan sintaksis PBET/PBT atau dapat juga menggunakan sintaksis yang diterapkan di Cal Poly-San Luis Obispo USA ( Sema E. Alptekin: 2001) dengan langkah-langkah:



  • Merancang produk

  • Membuat prototype

  • Memvalidasi dan memverifikasi prototype

  • Membuat produk masal


Kegiatan Pelaksanaan TEFA di SMK NEGERI 1 Ngasem Tahun 2019



  1. Sosialisasi TEFA

  2. Penyusunan Program TEFA 

  3. Kegiatan TEFA di SMK Negeri 1 Ngasem



Baca Juga Berita Lainnya
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website SMK Negeri 1 Ngasem ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus

Lihat Hasil Polling
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA SEKOLAH TERBARU
GALERI KEGIATAN TERBARU
BERGABUNG DENGAN GROUP KAMI DI INSTAGRAM

smkn1ngasem (@smkn1ngasem678) * Instagram photos and videos

2,084 Followers, 28 Following, 104 Posts - See Instagram photos and videos from smkn1ngasem (@smkn1ngasem678)