Bangga! Siswa SMKN 1 Ngasem Berhasil Raih Penghargaan ke-6 Olahraga Orienteering Tingkat Nasional

JURNALISTIK SMEK1NG –  SMK Negeri 1 Ngasem kembali menyabet medali juara 3 dalam perlombaan FORNAS VII cabang olahraga orienteering tingkat nasional yang digelar di Ranca Upas, Bandung, Jum’at (07/07/2023).

Gelaran Festival Olahraga Masyarakat Tingkat Nasional (FORNAS) VII Jawa Barat merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia). Kegiatan ini digelar di Ranca Upas sebagai ajang memopulerkan “sport tourism” di wilayah Kabupaten Bandung yang menjadi tuan rumah Fornas tahun ini. Ranah perlombaan yang digelar FORNAS adalah olahraga, salah satunya orienteering. Lomba orienteering merupakan sekelompok olahraga yang membutuhkan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menavigasi dari titik ke titik di medan yang beragam, dan biasanya sambil bergerak dengan kecepatan.

Lomba ini dibagi dalam 3 kategori sesuai usia masing-masing peserta, yaitu umur 18 tahun, 20 tahun, dan 35 tahun. Selain itu, terdapat 2 kelas lomba, yaitu sprint orienteering dan maze orienteering. Kriteria penilaian dari juri untuk kedua kategori lomba ini masih sama, yaitu diambil yang tercepat dan tertepat.

Pada tahun ini, SMK Negeri 1 Ngasem berhasil mendapat juara 3 oleh  Moh. Burhanul Basith, yang merupakan salah satu siswa berprestasi dan salah satu anggota ekstrakulikuler PA (Pencinta Alam). Dia berhasil memanfaatkan peluang dengan menyabet beberapa penghargaan dalam cabang olahraga orienteering tingkat nasional, antara lain, juara 2 pelajar putra dalam lomba orienteering BBOC tahun 2022, juara 1 M-18 dalam lomba orienteering FORNAS VI tahun 2022, juara 3 umum dalam Himalaya Orienteering Competition tahun 2022, juara 1 dalam Bawana Couching Orienteering tahun 2023, juara 2 pelajar putra dalam Ciara Orienteering Student tahun 2023, juara 2 pelajar putra dalam Reksa Buana Orienteering Competition tahun 2023, juara 3 M-18 kategori maze orienteeringdalam FORNAS VII tahun 2023.

“Selama menjadi anggota Pencinta Alam, menurut saya sangat seru, banyak materi dari Pencinta Alam, dan banyak juga kegiatan-kegiatan di outdoor dari Pencinta Alam,” ungkap Basith, “pesan saya, semoga bisa terus berprestasi dan terus tingkatkan kreativitas, dan semoga menjadi lebih baik ke depannya.”

Prestasi dapat menjadi bentuk kebanggaan terhadap proses pendidikan, salah satunya adalah pendidikan ekstrakurikuler. Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi sesuai bidang kemampuannya. Selagi kamu mau, berarti kamu mampu dan siap untuk maju, karena menyerah adalah cara terburuk untuk mendapat kekalahan, dan berjuang adalah cara terbaik mendapatkan kemenangan.

Disusun oleh: Febriyan K. [XI Kuliner 2]

Disunting oleh: Resquena Bintan Maharani [XI DPIB 2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page