Workshop Mewujudkan Keberagaman dan Kesejahteraan Belajar Hari ke 2

Dalam era globalisasi yang semakin maju, keberagaman menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Begitu juga dalam dunia pendidikan, keberagaman belajar menjadi faktor kunci bagi menciptakan kesejahteraan belajar yang optimal. Workshop mewujudkan keberagaman dan kesejahteraan belajar merupakan salah satu langkah yang penting untuk memastikan bahwa setiap individu memiliki akses yang sama dalam pendidikan dan dapat mengembangkan potensi diri secara optimal.

Dalam workshop ini, para peserta akan mempelajari strategi diferensiasi pembelajaran yang efektif. Hal ini meliputi penggunaan berbagai metode pengajaran, penggunaan media pembelajaran yang beragam, serta penggunaan teknologi informasi yang dapat membantu mengakomodasi perbedaan individu dalam kelas.

Materi yang diberikan selama proses workshop berlangsung adalah sebagai berikut:

Keyakinan Kelas

Dengan adanya keyakinan kelas diharapkan guru menganalisis pentingnya keyakinan kelas sebagai dasar dalam pemecahan masalah di suatu kelas, guru juga mampu menjelaskan proses pembentukan keyakinan kelas, dan guru mampu berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan terbuka dalam menggali nilai-nilai yang dituju.

Implementasi Restitusi Lima Posisi Kontrol dan Segitiga Restitusi untuk Murid

Dengan adanya implementasi restitusi lima posisi kontrol guru diharapkan memahami lima posisi kontrol guru, yaitu penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau, dan manajer sehingga mampu untuk menempatkan diri dalam proses pembelajaran untuk menciptakan kondisi yang dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh siswa.

Alur Merdeka Pembelajaran Berdeferensiasi

Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.

Pembelajaran Berdiferensiasi

Guru diharapkan menerapkan mindfulness yang merupakan sebuah pendekatan dalam pembelajaran bahasa asing yang menstimulasi kreativitas dan produktivitas berbahasa. Penelitian menunjukkan mindfulness meningkatkan fokus belajar, memperluas perspektif, menciptakan ketenangan, dan kedamaian belajar.

Diskusi Aksi Nyata Pembelajaran Berdeferensiasi

Guru diharapkan mampu untuk menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Hal ini juga merupakan tugas yang diberikan kepada bapak/ibu guru di akhir sesi kegiatan workshop kali ini.

Dengan mengikuti workshop ini, diharapkan bapak/ibu guru dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman belajar dan kesejahteraan belajar, serta mampu menerapkan strategi-strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan optimal. Serta melakukan aksi nyata dengan membuat perangkat pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di tahun ajaran 2023/2024.

Pemateri Workshop Hari ke 2 Guru Penggerak SMKN 1 Ngasem
Proses Diskusi Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi
Hasil Analisis Studi Kasus Pembelajaran Berdiferensiasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page